KRISIS EKONOMI GLOBAL: IMPLIKASINYA PADA SISTEM POLITIK DAN SOSIAL

Selasa, 09 Mei 2023, Pukul 20.30

 KRISIS EKONOMI GLOBAL: IMPLIKASINYA PADA SISTEM POLITIK DAN SOSIAL

Oleh: Ika Nurjanah 


      Krisis Ekonomi adalah istilah yang digunakan pada bidang ekonomi, mengacu pada penurunan drastis di dalam perekonomian suatu negara. Menurut BusinessDictionary, definisi krisis ekonomi adalah "A situation in which the economy of a country experiences a sudden downturn brought on by a financial crisis." Artinya yaitu situasi di mana perekonomian suatu negara mengalami penurunan mendadak yang diakibatkan oleh krisis keuangan. Perubahan ekonomi yang cepat ini menyebabkan nilai tukar turun dan harga kebutuhan pokok naik. Rapuhnya fundamental ekonomi juga tercermin dari tingginya tingkat inflasi. Secara umum, di negara-negara yang menghadapi situasi seperti itu, muncul beberapa gejala. Di antaranya adalah penurunan kapasitas belanja pemerintah, pengangguran melebihi 50% dari total lapangan kerja, penurunan konsumsi, kenaikan harga komoditas pokok yang tiada henti, penurunan nilai tukar yang tajam dan tidak terkendali, dan depresiasi mata uang. Dan seterusnya. PDB (produk domestik bruto), harga rumah, penurunan pasar saham, dan lain sebagainya.

      Dilansir dari Jurnal Ekonomi Islam: La Riba, dikatakan bahwa pada tahun 2007-2008 sangat sulit bagi perekonomian di dalam dunia Setelah krisis bahan bakar dan pangan, ekonomi dunia sekarang menghadapi krisis keuangan yang dampaknya dirasakan dan masih terus berlangsung. Karena krisis terakhir, yaitu krisis keuangan berasal dari Amerika Serikat (AS) yang merupakan perekonomian nomor satu di dunia saat ini efeknya mempengaruhi lebih banyak area dan mempengaruhi lebih banyak negara termasuk Indonesia. Alan Greenspan, mantan Gubernur Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) bahkan menyebut krisis ini sebagai krisis keuangan "sekali dalam satu abad" yang akan mempengaruhi ekonomi global. International Monetary Fund (IMF) bahkan menyebutnya sebagai ‘largest financial shock since Great Depression’, yang menandakan betapa dalam krisis telah terjadi. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, dampak krisis jelas sudah demikian terasa. Selain jatuhnya nilai IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan aktivitas bursa beberapa waktu lalu, dampak krisis juga nampak dari mulai turunnya omset ekspor produk-produk Indonesia ke pasaran dunia, terutama AS, termasuk juga yang dikelola oleh pengusaha bidang UKM. Pemerintah sendiri juga telah melakukan berbagai upaya antisipatif menghadapi kemungkinan terburuk dari krisis tersebut. Paparan berikut dimaksudkan untuk melihat sejauh mana kemampuan ekonomi nasional dalam menghadapi krisis yang tengah berlangsung, sekaligus mencoba melihat alternatif solusi jangka panjang bagi ekonomi Indonesia.

      Kejadian ini dapat dikategorikan sebagai krisis ekonomi jika berlangsung dalam waktu yang lama. Bisa dalam hitungan tahun, bahkan hingga beberapa dekade. Fenomena ini sangat membahayakan Pasalnya, banyak sekali pihak yang dirugikan jika terjadi krisis ekonomi di suatu negara. Dalam jangka panjang, masyarakat bisa mengalami keresahan dan kekacauan sosial. Bahkan kondisi paling buruknya, negara bisa mengalami kejatuhan di bidang penegakan hukum dan ketertiban bahkan dibidang sosial. Krisis ekonomi global di Indonesia dapat disebabkan oleh sejumlah faktor yang kompleks. Beberapa penyebab umum yang dapat mempengaruhi krisis ekonomi global di Indonesia meliputi: pertama, Hiperinflasi, adalah suatu kondisi di mana tingkat inflasi sangat tinggi dan harga-harga barang dan jasa mengalami kenaikan yang sangat cepat dan tidak terkendali. Ini menyebabkan depresiasi nilai mata uang secara drastis dan merusak daya beli masyarakat. Kedua, karena terlalu banyak beban utang negara sehingga kesulitan membayarnya. Sama seperti perusahaan, ketika memiliki terlalu banyak utang dan tidak mampu membayar, maka dipastikan akan segera bangkrut.

      Ketiga, Ketidakseimbangan fiskal dan defisit anggaran: Jika pemerintah menghadapi masalah fiskal seperti defisit anggaran yang besar atau pengeluaran yang tidak terkendali, hal ini dapat menyebabkan ketidakstabilan ekonomi. Defisit anggaran yang besar dapat mempengaruhi kepercayaan investor dan menyebabkan kenaikan suku bunga, inflasi, atau pemotongan belanja pemerintah yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Keempat, Ketidakseimbangan perdagangan: Jika Indonesia menghadapi defisit perdagangan yang terus meningkat, artinya nilai impor melebihi nilai ekspor, hal ini dapat menciptakan tekanan pada neraca pembayaran dan nilai tukar. Defisit perdagangan yang besar dapat memperburuk krisis ekonomi karena menunjukkan ketergantungan pada impor, kehilangan lapangan kerja dalam industri ekspor, dan penurunan pendapatan negara. Kelima, Ketidakstabilan politik dan kebijakan yang tidak konsisten: Ketidakpastian politik dan kebijakan yang tidak konsisten dapat menyebabkan kekhawatiran bagi investor dan bisnis. Jika para pelaku usaha tidak yakin dengan arah kebijakan ekonomi yang diambil oleh pemerintah, mereka mungkin enggan untuk berinvestasi atau memperluas usaha mereka, yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi. 

      Krisis ekonomi global memiliki dampak yang luas pada sistem politik dan sosial di berbagai negara di seluruh dunia. Beberapa implikasi dari krisis ekonomi global pada sistem politik dan sosial dapat dijelaskan sebagai berikut: Pertama, Menurunnya Kepercayaan Masyarakat Terhadap Pemerintah Krisis ekonomi global dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah karena pemerintah dianggap gagal dalam menjaga stabilitas ekonomi dan memberikan perlindungan bagi masyarakat yang terkena dampak. Hal ini dapat meningkatkan ketidakpuasan masyarakat dan memicu protes dan demonstrasi. Kedua, Peningkatan Ketimpangan Sosial-Ekonomi Krisis ekonomi global dapat memperburuk kesenjangan sosial-ekonomi karena masyarakat dengan pendapatan rendah lebih rentan terhadap pengangguran, pengurangan tunjangan, dan kebijakan penghematan lainnya. Hal ini dapat memperburuk ketidakadilan sosial dan menciptakan ketegangan sosial yang lebih besar. Ketiga, Perubahan dalam Dinamika Politik Krisis ekonomi global dapat mempengaruhi dinamika politik karena meningkatkan persaingan politik dan mengubah orientasi partai politik. Krisis ekonomi dapat memperkuat partai oposisi yang menawarkan alternatif kebijakan dan memperlemah partai pemerintah yang dianggap gagal dalam mengatasi krisis. Keempat, Peningkatan Ketergantungan Global Krisis ekonomi global dapat meningkatkan ketergantungan antara negara-negara di seluruh dunia. Pemerintah dapat membutuhkan bantuan finansial dari negara-negara lain untuk mengatasi krisis, yang dapat meningkatkan pengaruh negara-negara donor dalam kebijakan nasional.

      Mengatasi krisis ekonomi global dan dampaknya pada sistem politik dan sosial memerlukan solusi yang holistik dan terkoordinasi dari berbagai pihak. Berikut ini beberapa solusi akademis yang dapat diimplementasikan, yaitu dengan berbagai cara, misalnya: Pertama, Kebijakan Fiskal dan Moneter yang Efektif Pemerintah dapat mengimplementasikan kebijakan fiskal dan moneter yang efektif untuk mengatasi krisis ekonomi global dan dampaknya pada sistem politik dan sosial. Kebijakan fiskal seperti pengeluaran pemerintah dan stimulus fiskal dapat meningkatkan daya beli masyarakat, sementara kebijakan moneter seperti pengendalian suku bunga dan intervensi bank sentral dapat meningkatkan likuiditas dan stabilitas sistem keuangan. Kedua, Reformasi Ekonomi dan Kebijakan Struktural Reformasi ekonomi dan kebijakan struktural dapat membantu mengatasi masalah sistemik yang memperburuk krisis ekonomi global. Kebijakan ini dapat meliputi perbaikan sistem perbankan dan keuangan, reformasi pajak dan subsidi, pengembangan infrastruktur, dan peningkatan kemampuan berdaya saing nasional. Ketiga, Investasi dalam Pendidikan dan Pelatihan Investasi dalam pendidikan dan pelatihan dapat membantu masyarakat meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka dalam menghadapi perubahan ekonomi dan teknologi. Hal ini dapat membantu mengurangi ketimpangan sosial-ekonomi dan menciptakan kesempatan kerja yang lebih baik bagi masyarakat.

      Keempat, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dapat membantu mengatasi krisis ekonomi global dan dampaknya pada sistem politik dan sosial. Pemerintah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan mengembangkan sektor-sektor ekonomi yang ramah lingkungan dan meningkatkan akses ke sumber daya alam yang berkelanjutan. Kelima, Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas Peningkatan transparansi dan akuntabilitas dapat membantu mengurangi korupsi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Pemerintah dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dengan meningkatkan keterbukaan informasi publik, memperkuat lembaga anti-korupsi, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan publik. Keenam, Penguatan Sistem Perlindungan Sosial. Pemerintah perlu meningkatkan sistem perlindungan sosial untuk melindungi masyarakat yang paling rentan akibat krisis ekonomi global. Ini dapat mencakup program bantuan sosial, jaring pengaman sosial, asuransi pengangguran, dan tunjangan kesehatan yang memadai. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketimpangan sosial dan memastikan bahwa dampak sosial dari krisis dapat dikurangi. 

      Serta yang terakhir adalah Penguatan Sistem Politik yang Responsif Krisis ekonomi global juga dapat menjadi peluang untuk memperkuat sistem politik yang responsif terhadap kepentingan masyarakat. Hal ini melibatkan peningkatan partisipasi politik, transparansi, akuntabilitas, dan respon yang cepat terhadap perubahan sosial dan ekonomi. Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan politik dapat meningkatkan legitimasi sistem politik dan memperkuat keberlanjutannya. Melalui implementasi solusi-solusi tersebut, diharapkan dapat tercipta stabilitas ekonomi, kesetaraan sosial yang lebih baik, serta sistem politik yang responsif terhadap kepentingan masyarakat. Dalam menghadapi krisis ekonomi global, kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah, lembaga akademik, sektor bisnis, dan masyarakat menjadi kunci untuk mencapai pemulihan dan pembangunan yang berkelanjutan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Essai Rencana Strategis untuk Indonesia Emas 2045

SEBAB-SEBAB PERBEDAAN PENDAPAT PARA SAHABAT